Lebih dari sekadar tradisi tahunan, Paskah 2026 menjadi momentum bagi keluarga besar SMP Santo Antonius untuk berhenti sejenak, merenungkan pengorbanan yang tulus, dan menemukan kembali makna keberanian di dalam iman. Pada Jumat, 10 April 2026, seluruh siswa, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan berkumpul dalam suasana penuh sukacita dan rasa syukur. Aula sekolah yang biasanya tenang pun berubah meriah dengan dekorasi dan ornamen khas yang sarat akan makna kebangkitan.


Tepat pukul 07.10 WIB, rangkaian acara dimulai dengan sesi habituasi. Seluruh peserta berdiri tegak menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dengan semangat yang berkobar, dilanjutkan dengan “Mars YPK Leo Dehon”. Setelah doa pembuka yang dibawakan oleh perwakilan OSIS, sambutan hangat disampaikan oleh Ibu Fridolin Hosifat La, S.Pd selaku Guru Bidang Kesiswaan, serta Yehuda sebagai Ketua Panitia Paskah 2026.
Tahun ini, SMP Santo Antonius mengusung tema yang mendalam: “Keutuhan Alam Ciptaan”. Melalui tema ini, seluruh warga sekolah diajak untuk melakukan pertobatan ekologis. Pesan utamanya sangat jelas: menjadikan bumi sebagai rumah bersama dan mengingatkan kembali tanggung jawab manusia untuk menjaga ciptaan Tuhan. Fokus utama aksi nyata ini adalah menumbuhkan kepedulian tulus terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah di sekitar kita.









Kemeriahan berlanjut dengan berbagai perlombaan yang memadukan pengetahuan Alkitab dan ketangkasan:
- Lomba Tokoh Alkitab: Para siswa ditantang menebak tokoh-tokoh iman melalui petunjuk dari MC.
- Lomba “Find The Verse”: Keseruan terjadi saat Bapak/Ibu Guru berlomba adu cepat mencari dan membacakan ayat suci Alkitab.
- Estafet Telur: Menguji konsentrasi dan kerja sama tim, di mana setiap kelompok harus memindahkan 10 telur menggunakan sumpit.






Untuk menyegarkan suasana, sesi ice breaking interaktif berhasil memenuhi aula dengan tawa riang. Mulai dari permainan “Mitos atau Fakta” yang memicu aksi geser kanan-kiri yang jenaka, hingga permainan “Tebak Benda dalam Kotak” yang penuh teka-teki, semuanya berhasil membangun keakraban dan semangat baru.






Acara semakin semarak dengan penampilan seni dari setiap jenjang. Siswa-siswi Kelas IX memukau penonton dengan harmonisasi suara dalam lomba Paduan Suara bernuansa Paskah. Tidak kalah menarik, Drama Paskah yang ditampilkan para peserta menunjukkan bakat akting dan kerja keras yang luar biasa, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh penonton.












Perayaan diakhiri dengan momen yang paling dinanti, yaitu pengumuman pemenang dan pembagian hadiah. Namun, lebih dari sekadar hadiah, esensi perayaan Paskah bersama ini diharapkan tertanam kuat di hati setiap siswa sebagai Fokus Ekologis. Semoga semangat pertobatan ekologis ini terus berlanjut dalam keseharian, demi menjaga keutuhan alam ciptaan Tuhan.
